Taman Semesta Ikuti Pendampingan Final Proposal dan RAB Dana Indonesiaraya 2026
Organisasi Taman Semesta mengikuti pendampingan final proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam rangka Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan melalui Dana Indonesiaraya Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (9/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Taman Semesta diwakili oleh Direktur Adnan Achiruddin Saleh dan Bendahara Muh. Yusuf. Berdasarkan jadwal pendampingan, Organisasi Taman Semesta dengan ID DAKB-2026-SI-0307 mendapatkan sesi pendampingan pada Meja 1 bersama Andi Hamzah, pada pukul 13.00–16.00 WITA.
Pendampingan dilakukan bersama Andi Hamzah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang membantu tim Taman Semesta melakukan penyempurnaan proposal sekaligus penyesuaian RAB berdasarkan anggaran yang telah disetujui.
Dalam proses tersebut, Andi Hamzah memberikan sejumlah arahan terkait penyusunan komponen kegiatan dan pembiayaan agar lebih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendampingan juga diarahkan untuk memastikan setiap rencana penggunaan anggaran memiliki dasar yang jelas, relevan dengan kegiatan, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi.
Bagi Taman Semesta, proses pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan gagasan kebudayaan yang diajukan tidak hanya memiliki kekuatan pada sisi program, tetapi juga didukung oleh perencanaan anggaran yang realistis, tertib, dan akuntabel.
Menghidupkan Nilai Nene Mallomo melalui Film Pendek
Melalui program bertajuk “SINEMA KAMPUNG TAMAN SEMESTA: PEWARISAN NILAI BUDAYA BUGIS MELALUI FILM PENDEK DAN RUANG DIALOG KOMUNITAS”, Taman Semesta mengambil bagian dalam kategori Sinema Indonesia.
Program ini berangkat dari gagasan untuk menghadirkan kembali nilai-nilai budaya Bugis melalui medium yang dekat dengan generasi masa kini, yakni film pendek dan ruang dialog komunitas.
Salah satu tokoh yang menjadi sumber inspirasi utama adalah Nene Mallomo, tokoh budaya dan sejarah Bugis yang dikenal dengan pesan-pesan moral tentang kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan keteguhan memegang prinsip.
Taman Semesta akan mengangkat pesan-pesan kebaikan tersebut ke dalam bentuk edudrama melalui film pendek, sehingga nilai budaya tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Film pendek tersebut nantinya diharapkan menjadi medium edukasi sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan memahami kembali nilai-nilai kearifan lokal Bugis.
Selain produksi film, program ini juga akan menghadirkan ruang dialog komunitas sebagai bagian dari upaya mempertemukan karya sinema dengan percakapan kebudayaan di tingkat masyarakat. Dengan demikian, sinema tidak hanya diposisikan sebagai produk tontonan, tetapi juga sebagai sarana pewarisan pengetahuan, nilai, dan identitas budaya.

Taman Semesta Apresiasi Pendampingan
Direktur Taman Semesta, Adnan Achiruddin Saleh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan serta masukan yang diberikan selama proses penyempurnaan proposal dan RAB.
Menurutnya, arahan yang diberikan sangat membantu tim dalam memahami bagaimana menerjemahkan gagasan program ke dalam perencanaan kegiatan dan anggaran yang lebih terukur.
“Kami menyampaikan terima kasih atas arahan dan saran yang diberikan. Pendampingan ini sangat membantu kami dalam menyusun proposal dan RAB agar lebih sesuai dengan ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Adnan.
Ia berharap program Sinema Kampung Taman Semesta nantinya dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan kembali nilai-nilai budaya Bugis kepada masyarakat melalui bahasa sinema yang kreatif dan mudah diterima generasi muda.
Bagi Taman Semesta, pewarisan budaya bukan sekadar menjaga cerita masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai baik agar tetap relevan bagi kehidupan hari ini dan masa depan.